Lost Password?
No account yet? Register
 
 
   
 
   
 
 
Laporan-Pandangan-Mata Acara Kethoprak Kartini
Written by administrator   
Tuesday, 09 June 2009
Bulan April sering digunakan sebagai momen khusus untuk memperingati perjuangan dan emansipasi wanita dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Hal ini terkait dengan peringatan Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April. Peringatan hari besar nasional ini sering dimanfaatkan oleh banyak pihak untuk mengadakan berbagai acara yang dimaksudkan untuk menunjukkan semakin besarnya peranan wanita dalam berbagai aspek kehidupan di masyarakat. Makna atas peringatan ini yang hendak disampaikan oleh banyak pihak termasuk komunitas kesenian di Yogyakarta dalam mengapresiasikan kecintaannya terhadap kegiatan kesenian sekaligus untuk menunjukkan peranan wanita di dalamnya.

Semangat ini lah yang dicoba ditampilkan oleh Kethoprak Kartini Mataram Yogyakarta dalam pagelaran Kethoprak Ikon Jogja yang mementaskan pertunjukkan kethoprak dengan lakon Putri Johar Manik (Dahwil Pesek Edan). Pertunjukan kethoprak ini dilaksanakan pada tanggal 30 April 2009 di Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta. Pementasan kethoprak kali ini boleh dikatakan berbeda dengan pementasan-pementasan sebelumnya yang ditampilkan dalam pagelaran Kethoprak Ikon Jogja karena sebagian besar kru dan pemain yang terlibat adalah perempuan termasuk penyutradaraan yang dilakukan oleh Yu Beruk. Pemain-pemain yang terlibat dalam pertunjukkan kethoprak ini antara lain Yati Pesek, Yu Beruk, Hamzah HS, dan pemain pendukung lainnya yang sebagian besar perempuan. Lakon Putri Johar Manik ini bercerita tentang peranan dan perjuangan perempuan dalam menegakkan keadilan sesuai dengan semangat emansipasi wanita.

Kethoprak merupakan suatu bentuk kegiatan kesenian yang dinilai dapat dijadikan sebagai sarana yang cukup efektif untuk menyampaikan pesan moral kepada masyarakat. Kethoprak juga masih mendapat tempat yang terhormat bagi masyarakat khususnya di Yogyakarta sebagai salah satu bentuk kesenian tradisional yang sangat diminati oleh berbagai kalangan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari besarnya animo masyarakat terhadap Kethoprak Ikon Jogja yang pementasannya selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Fenomena ini juga terlihat dalam pementasan kethoprak kali ini yang dipenuhi oleh masyarakat yang sangat antusias dalam menyaksikan pertunjukkan kethoprak tersebut.

Paguyuban Dimas Diajeng Yogyakarta sebagai wadah bagi para generasi muda yang sadar budaya diajak ikut serta dalam menyukseskan acara pementasan Kethoprak Kartini. Dalam kesempatan tersebut, Dimas Rangga, Diajeng Isna, Dimas Indra, Diajeng Indri, Dimas Yogi, Diajeng Vany, Diajeng Yuli, dan Diajeng Asti bertugas sebagai among tamu yang sigap membantu para tamu dan undangan agar dapat menyaksikan pertunjukkan kethoprak dengan baik. Keterlibatan generasi muda dalam Paguyuban Dimas Diajeng Yogyakarta di acara ini tentunya memberikan dampak positif bagi Dimas Diajeng Yogyakarta pada khususnya dan para generasi muda pada umumnya dalam upayanya untuk semakin mengenal kesenian kethoprak sebagai suatu kesenian tradisional yang harus dilestarikan. Dalam melaksanakan tugas kali ini, Dimas Diajeng Yogyakarta juga sekaligus dapat melakukan observasi dalam mempersiapkan pementasan kethoprak di TVRI yang akan dimainkan oleh teman-teman dari Paguyuban Dimas Diajeng Yogyakarta dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta. Sebelumnya, Paguyuban Dimas Diajeng Yogyakarta juga pernah diajak ikut serta dalam pementasan Kethoprak Eksekutif Legislatif dengan ikut berperan sebagai prajurit dan dayang kerajaan. (rangga)
Last Updated ( Friday, 12 June 2009 )
 
Kampanye Sadar Budaya
Written by administrator   
Tuesday, 09 June 2009
Bukan demo,
tanpa agresifitas,
tanpa perpecahan,
tanpa anarki..itulah Kampanye Sadar Budaya
Suatu acara yang terselenggara berkat kerjasama dari Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Jogjakarta, Dewan Kebudayaan DIY, Paguyuban Dimas Diajeng Jogja, Komunitas Pelajar dan Mahasiswa, dan banyak pihak lain yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu.
Acara ini dibuka dengan adanya Talk Show tentang Budaya, yang menyinggung tentang Budaya dan Generasi Muda jaman sekarang.Talk show ini menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, salah satunya adalah Bapak Yuwono, dengan MC dan moderator oleh Paguyuban Dimas Diajeng Jogja.
Acara Talk show ini diadakan di Benteng Vredeburg Jogja. Acara talk show ini juga diselingi dengan adanya penampilan geguritan dan tarian dari Paguyuban Dimas Diajeng Jogja.
Dan setelah adanya Talk show yang sangat menggugah pemikiran kita tentang budaya di kalangan generasi muda, acara ini berlanjut dengan adanya Kampanye Sadar Budaya di titik nol.

Berbagai elemen yang tergabung dalam acara ini membagikan sticker, pamflet, dan buku, berorasi dengan megaphone,
mengkampanyekan tentang bagaimana budaya kita sudah mulai pudar, terutama di kalangan generasi muda..
Dalam kampanye ini, kami mengajak kepada masyarakat untuk memulai dari diri sendiri, mencintai budaya kita..
kalau bukan kita, siapa lagi..
Sebuah kalimat klise, tapi itulah kenyataan yang harus kita hadapi..
semoga dengan adanya acara seperti ini, bisa menggugah kesadaran dari masyarakat jogja pada khususnya, dan masyarakat indonesia pada umumnya, untuk mulai menyadari betapa indahnya budaya yang kita miliki dan yang harus kita lestarikan. (vany)
Last Updated ( Friday, 12 June 2009 )
 
Dimas Diajeng Jogja dalam Pemilihan Cak Ning Surabaya 2009
Written by administrator   
Tuesday, 09 June 2009
Paguyuban Dimas Diajeng Jogja kembali diundang sebagai tamu daerah dalam Pemilihan Cak Ning Surabaya 2009 yang diselenggarakan pada tanggal 15 – 17 Mei 2009. Kali ini Paguyuban Dimas Diajeng Jogja diwakili oleh Dimas Ari Sulistyo (Dimas Jogja 2007) dan Diajeng Melinda Paramitha KD (Diajeng Jogja 2007) dan juga didampingi oleh Ibu Erna Wahyuni dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta. Dimas Diajeng tiba di Surabaya Jum’at siang dengan menggunakan kereta Sancaka Pagi dan dijemput oleh Cak Sigit di Stasiun Surabaya Gubeng.

Di hotel Sahid, tempat para tamu daerah menginap, Dimas Diajeng bertemu dengan para duta wisata dari daerah lain yakni Putra Putri Solo, Uda Uni Padang, Jujaro Mongare Ambon, dan Duta Wisata Kutai Kertanegara. Malam pertama kehadiran duta wisata di Surabaya diisi dengan Gala Dinner bersama walikota Surabaya, Bambang Dwi Hartono di rumah Dinas Walikota. Dalam kesempatan itu Dimas Diajeng dan para duta wisata yang lain memberikan kenang-kenangan dari daerah masing-masing kepada Walikota Surabaya dan juga bertemu dengan para finalis Cak Ning Surabaya 2009. Pada hari Sabtu, para duta wisata diajak city tour dengan mengunjungi Monumen Tugu Pahlawan, Monumen Kesehatan, House of Sampoerna, Makam dan Masjid Sunan Ampel, dan berbelanja oleh-oleh di Pantai Kenjeran Surabaya. Pada malam harinya adalah acara Grand Final Pemilihan Cak Ning Surabaya 2009 yang bertempat di Hotel Singgasana.

Pada cara grand final tersebut para tamu daerah mengenakan busana adat daerah masing-masing. Dimas Diajeng Jogja mengenakan Baju Pesiar yakni pakaian yang pada jaman dahulu dipakai oleh putra putri keraton Jogjakarta untuk pesiar. Acara grand final yang menggunakan konsep open space di area kolam renang hotel Singgasana ini berlangsung meriah. Acara dibuka dengan penampilan modern dance oleh para finalis Cak Ning Surabaya 2009 dilanjutkan dengan ballet oleh alumni Cak Ning Surabaya, Tari Daerah, dan band performance. Prosesi grand final kali ini dikonsep berbeda dengan biasanya. Jika pada umumnya finalis mengambil pertanyaan dan harus dijawab saat itu juga, kali ini 4 pasang terbaik diajak untuk talkshow, mereka membahas topik tertentu. Hal tersebut membuat suasana cair dan mengurangi ketegangan mereka.

Dalam pemilihan tahun ini, terpilih Danu Tri Kurniawan dan Marisa Elvi Dayanti sebagai Cak dan Ning Surabaya 2009. Mereka mengalahkan tiga pasangan Cak Ning Surabaya yang lain. Cak Danu dan Ning Marisa akan menggantikan Cak Ning Surabaya 2008, Cak Prasetyo Muhardadi dan Ning Mira Damayanti. Pemberian hadiah untuk pemenang diberikan oleh Kapolwiltabes Surabaya, Kombespol Ronny F. Sompie. Berikut adalah hasil lengkap Pemilihan Cak Ning Surabaya 2009.

Hasil Grand Final Cak dan Ning Surabaya 2009
Cak Surabaya 2009 Danu Tri Kurniawan
Ning Surabaya 2009 Marisa Elvi Dayanti
Wakil I Cak Erik Stanley
Wakil I Ning Nienda Paramita
Wakil II Cak Risky Aprilian
Wakil II Ning Febrika Mitamadella
Wakil III Cak Akhmad Fadli Ramadhan
Wakil III Ning Nabella Purmita Kurniliasari
Cak Persahabatan Erik Stanley
Ning Persahabatan Sukma Ayu Kartika Widahana
Cak Berbakat Achmad Anggie Wibowo
Ning Berbakat Annisa Rulita Sadhono
Cak Favorit Danu Tri Kurniawan
Ning Favorit Ruth Lovita Surodjo Putri

Paguyuban Dimas Diajeng Jogjakarta mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Pemilihan Cak Ning Surabaya 2009. Semoga kerjasama ini akan terus terjalin demi kemajuan pariwisata di Indonesia. Paguyuban juga mengucapkan terima kasih atas semua kebaikan dan keramahtamahan dari panitia Cak Ning Surabaya dan Pemerintah Kota Surabaya. Terima kasih juga kami ucapkan kepada duta wisata yang lain, yang kemarin juga hadir di Surabaya, Putra Putri Solo, Uda Uni Padang, Jujaro Mongare Ambon, Duta Pariwisata Kutai. Kami tunggu kehadiran kawan-kawan semua di Jogja.
Tidak lupa Paguyuban Dimas Diajeng Jogja juga mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah membantu penugasan ini, kepada Ibu Erna Wahyuni dan keluarga besar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta, Ibu Ninik Dharmawan (desainer senior di Yogyakarta), Salon Hanny (pak Heru), dan pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, terima kasih. (-ari&imel-)
Last Updated ( Friday, 12 June 2009 )
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Results 1 - 4 of 5
 
 
 

Polls

Who's Online